mencoba menulis

~ Wednesday, November 23 ~
Permalink

Not a Conversation

  • X : Sammy, would you come to the performance tomorrow?
  • Sammy : (ngangguk)
  • hening lama
  • Sammy : See fa? I finally had a conversation with her! (heboh)
  • Ifa : It's not a conversation, she only asked you a question
  • Sammy : But there is dialogue!
  • Ifa : No there isn't, she asked you something and you just nod!
  • Sammy : You're right, it's a monologue -,-
  • hening
  • Sammy : F*** (sigh)

~ Thursday, November 3 ~
Permalink

2,408 notes
reblogged via afinanifa
Permalink

Tiga

Aku terjebak pada tiga kota.

Satu kota, kampung halaman, tempat berpacu do’a, harap dan air mata

Satu kota, kota pecinta, tempat tergantung seluruh rasa

Satu kota, tempat seluruh janji dibuat untuk setia

Aku terjebak pada tiga hati.

Satu hati, sungguh paling mengerti, namun perihnya masih berdenyut

Satu hati, menyerah kalah, walau sosoknya sungguh kupuja

Satu hati, terus berjuang, meski pastiku tak dapat terpegang

Aku terjebak pada tiga rasa.

Satu rasa, cinta bercampur rasa iba dan kecewa

Satu rasa, takut untuk jatuh cinta

Satu rasa, ketidakpastian namun berujung cita cita

Aku…terjebak…pada…tiga


1 note
~ Tuesday, August 23 ~
Permalink

perbincangan singkat dengan supir angkot

  • Ifa: (turun dari ojeg, naik angkot, duduk di depan)
  • Mang Angkot: Tadi siapa yang nganter neng? Ojeg?
  • Ifa: Iya ojeg
  • Mang Angkot: Kok dianterin ojeg sih neng? Gak punya pacar ya? HAHAHA (ketawa ngakak)
  • Ifa: (senyum miris)
  • Mang Angkot: Neng kelas berapa?
  • Ifa: 12
  • Mang Angkot: HAHAHAHA Ah Eneng mah! Ketinggalan jaman! Masa udah kelas 12 gak punya pacar, kalah sama anak kelas 7 HAHAHAHA
  • Ifa: -______-
  • Mang Angkot: Ojeg dari rumah kesini berapa Neng?
  • Ifa: Rp. 5.000
  • Mang Angkot: Makanya cari pacar Neng, biar kemana mana dianter, gak usah naik ojeg HAHAHAHA
  • (hening, untuk waktu yang lama)
  • Mang Angkot: Emang nyari pacar susah ya Neng?
  • Ifa: -___________________________________________-

~ Thursday, July 14 ~
Permalink

From

gerlangga:

From Facebook I know you,

From Twitter I learn you,

From Text I like you,

and

From Life I love you.

unch unch banget lah :’)


2 notes
reblogged via gerlangga
Permalink

Kita

Ketika kata-kata itu mulai terucap dari mulutmu, maka KITA bukan lagi KITA. Aku dan Kamu bukan lagi dua manusia yang berbagi cerita-dan bukannya cinta-Maka hentikan saja, biarkan semua menjadi sama seperti biasa.

Kamu tahu, dan Aku tahu tentang semua rasa yang selalu berbaring didalam dada. Rasa yang kita diamkan begitu saja seolah tidak pernah ada. Namun memang begini saja, tidak perlu kita pelihara karena kita tidak perlu berbagi cinta, walaupun sama-sama saling merasa. Biarkan semua menjadi benar-benar sama.. seperti biasa. Seperti yang selalu ada.

Ini sudah indah. Aku dan Kamu telah berharmoni dengan sangat indah. Jadi jangan lagi tambahkan satu nada yang entah akan menjadikannya seperti apa. Biarkan saja lagu tua ini kita dendangkan, lagi lagi dan lagi. Sampai kita tertidur dalam dendang bahagia.

Jadi, jangan kamu mengucap kata. Biarkan kita tetap menjadi seperti apa yang ada.


Permalink

Waktu

Dan kini..

Ketika semua perih terhapuskan..

Tersisa satu kesimpulan..

Bahwa waktu ternyata sahabat terbaikmu..

Membebaskan, memaafkan, melepaskan..


2 notes
Permalink

(Source: icanread)


11,287 notes
reblogged via icanread
~ Sunday, July 3 ~
Permalink

Sementara Itu..

..dan kau berkata, ketika aku siap melangkah masuk kedalam lingkaran baru tentang kita, maka kau akan ada disana..

sementara itu, kau akan menghabiskan waktu memetik bunga, untuk menghias rambutku, nanti jika kita telah bersama.

..dan kau juga berkata, tidak akan pernah memaksa hatiku  merasa sama, hanya memastikan bahwa akan setia menyimpan semua rasa..

sementara itu, biarkan aku diam disini.. melangkah perlahan sampai akhirnya kita berdua..


~ Friday, July 1 ~
Permalink

Sudah Cukup

Sebenarnya begini saja sudah cukup, sayang.

Ada tanganku, ada tanganmu, dan kita bergenggaman mencari tenang.

Sebenarnya ini sudah cukup..

Tetap pada pijak kaki kita sendiri, tanpa menegadah kepada yang terlalu tinggi.

Sebenarnya seperti ini sudah cukup, sayang.

Namun manusia memang tak pernah lelah berharap.

Dan entah, sepertinya harap kita tak pernah berbeda 

kepada harap yang tak pernah berhenti berdetak, semoga berujung pada senyum.. :)